
Beberapa minggu yang lalu, saya mendapat kabar mendadak. Kabar yang tidak begitu sedap di telinga. Salah satu teman saya tertimpa musibah, karena dia terpaksa kehilangan salah satu anggota keluarganya, ayahnya.
Beberapa hari kemudian, hal serupa menimpa teman saya yang lain lagi, di daerah yang berbeda. Kedua hal tersebut terjadi begitu mendadak, sedikit mengagetkan.
Ya, hal duniawi seperti ini memang tidak bisa ditebak atau diprediksi kapan datangnya. Sejenak saya berpikir, merenungkan tentang kehidupan ini.
Apakah ketika orangnya masih ada kita benar-benar hidup bersamanya? atau kita tidak “sadar” akan keberadaannya?
Kapan terakhir kali kita mengucapkan sayang kepada mereka? Atau kapan terakhir kali kita benar-benar menikmati pembicaraan kita bersama mereka?
Kadang kala memang kita sering diselimuti oleh lapisan gengsi yang amat tebal. Ada perasaan malu, malas, cuek dan lain-lain. Tetapi cobalah kita membuka lapisan itu, kita tidak pernah tahu, perjalanan hidup ini akan seperti apa? Kita tidak tahu berapa lama kita bisa hidup bersama, bercanda tawa, bercerita-cerita.
Solusi dari semua ini adalah kita menikmati setiap saat kita bersama siapapun itu. Bersama papa, mama, koko, adik, teman, siapapun itu. Rasakan keberadaan kamu dan keberadaaan mereka. Dengarkan setiap kata-kata yang dilontarkan, pesan yang disampaikan.
Karena kita tidak akan tahu berapa lama kita masih bisa menikmati suasana, keadaan, situasi seperti ini lagi…
From now, Cherish all that we have, even if we don’t.