Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti sebuah seminar gratis yang diadakan oleh salah satu penerbit terkenal di tanah air ini. Tujuan dari seminar ini salah satunya adalah untuk mempromosikan workshop yang diadakan beberapa pekan kemudian.
Saya diajak oleh teman kelas saya untuk mengikuti seminar gratis ini. Berhubung saya suka menulis, singkat cerita saya langsung meng-iyakan teman saya.
Tiba di hari seminar itu diadakan, saya dan teman saya duduk di baris kedua dari depan. Kami serius mengikuti seminar itu, dan memperhatikan setiap kata-kata yang lontarkan oleh pembicara.
Hingga sampai pada sebuah pertanyaan, “siapa diantara kalian yang ingin menulis buku?” Saya bergegas angkat tangan saya, hal itu juga dilakukan oleh teman saya. Saya senang sekali, bukan karena ada teman yang ikut angkat tangan, tetapi karena kami sama-sama mengetahui apa yang kami mau.
Ditenah sesi, iseng saya bertanya,”bro, lo senang menulis juga?”. Dia menjawab, “iya”. lanjut saya, “lo mau ikut workshop menulis ga?”. Belum sempat dijawab, kami mengalihkan perhatian kami ke pembicara.
Hingga di akhir sesi, pengumuman tentang workshop menulis yang diadakan. Saya sangat berminat dan siap mendaftarkan diri di workshop itu, karena saya juga sedang menggarap buku saya, saya berpikir ini adalah kesempatan emas bagi saya.
Lalu saya mengajak teman saya untuk daftar. Sayangnya, dia tidak mau mendaftar, setelah mendengar harga “150ribu” yang disampaikan oleh MC dari atas panggung.
Saya berpikir, jika dia berminat di dunia tulis menulis, mengapa berhenti hanya karena sebuah “harga”? Saya tetap membujuk dan memberikan pengertian, tetapi akhirnya dia tetap menyerah dan tidak mengikuti workshop itu.
Ada hal yang perlu kita bayar dengan sebuah harga. Saya rasa ilmu yang akan didapat jauh lebih besar angkanya dibanding dengan nominal 150ribu. Saya yakin dengan passion kita, kita bisa mendapat lebih dari yang kita bayar.
Jadi tidak ada ruginya kita bayar untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih bernilai. Yang terpenting adalah bagaimana kita meraih impian kita melalui bayaran itu.
Itu adalah keputusan yang bagus. Harga bukanlah apa-apa dibandinkan kepuasan yang dicapai dan manfaat yang didapat. Mengikuti seminar seperti itu seringkali menjadi pilihan yang bagus, namun tidakkah lebih bijaksana jika kita menempuh jalan yang lebih cerdas untuk sekedar mencapai mimpi menerbitkan buku? Dialog dg seorang penulis adalah salah satunya. Saran saya adalah Anda tidak usah mengikuti seminar macam itu karena itu akan sia-sia dan buang biaya. Ada banyak panduan penerbitan di internet. Disana Anda bisa baca dan ikuti tips serta langkah-langkahnya atau bahkan berkirim email dg orang-orang yang telah sukses menerbitkan buku. Lakukanlah googling.
Manusia memang begitu…
Lebih memikirkan apa yang harus dikorbankan daripada apa yang mungkin akan diperoleh…
Jujur… Saya juga begitu… Menyerah karena sebuah harga…
Padahal, jika kita tidak mempermasalahkan harga tersebut, kita mungkin akan mendapatkan sesuatu yang lebih berharga…
Saya mendukung upaya anda dalam menggapai cita-cita anda, tetapi saya juga setuju dengan saudara yang telah memberikan komentar sebelumnya yaitu mencari lebih banyak jalur untuk menerbitkan buku dan tidak hanya dengan mengandalkan workshop…
Saya percaya anda pasti bisa melakukannya…
Jika suatu hari nanti anda berhasil menerbitkan buku, harap memberitahu saya, karena saya pasti akan membeli buku anda…
Jiayou!!! ^^